Tampilkan postingan dengan label Article. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Article. Tampilkan semua postingan

Rabu, 18 Agustus 2010

Sekilas Tentang Redenominasi Mata Uang Rupiah

Redenominasi dalam beberapa hari kini menjadi topic pembicaraan hangat masyarakat Indonesia. Komentar bermunculan ketika rencana Bank Indonesia (BI) melakukan redenominasi atau penyederhanaan nilai tukar rupiah dikemukakan oleh Pjs Gubernur BI Darmin Nasution hari Selasa (3/8/2010) lalu. Bentuk redenominasi rupiah yang tengah digagas BI adalah menghilangkan tiga angka nol terakhir. Jadi, pecahan Rp 1.000, misalnya, akan jadi Rp 1. Darmin Nasution mengatakan bahwa redenominasi dalam konsep BI sekarang ini benar-benar murni untuk menghilangkan nol yang kini berentet sehingga memudahkan transaksi.

Latar Belakang Kebijakan Redenominasi

Bank Indonesia sedang mengkaji kebijakan redenominasi atas mata uang rupiah. Kebijakan ini diambil setelah hasil riset World Bank yang menyebutkan, Indonesia termasuk negara pemilik pecahan mata uang terbesar kedua di dunia setelah Vietnam. Uang pecahan terbesar di tanah air Rp 100.000, hanya kalah oleh dong Vietnam (VND) 500.000.

Dampak Positif Redenominasi

Menurut BI uang dengan nominal besar kurang efisien serta merepotkan pembayaran. Oleh karena kebijakan tersebut akan bermanfaat besar bagi perekonomian yang akan membuat pencatatan dan pembukuan akan lebih efisien.

Tiga Persyaratan Sebelum Kebijakan Redenominasi Berlaku

Diakui BI sebelum menerapkan kebijakan tersebut dibutuhkan beberapa persyaratan. Pertama, ekspektasi inflasi harus berada di kisaran rendah dan pergerakannya stabil. Kedua, stabilitas perekonomian terjaga dan jaminan stabilitas harga. Ketiga, kesiapan masyarakat.

Definisi dan Perbedaan Antara Redenominasi dan Sanering

Redenominasi merupakan penyederhanaan dengan mengurangi banyaknya angka nol dalam mata uang rupiah. Rencana BI adalah melakukan redenominasi Rp 1.000 menjadi Rp 1, dan kelipatannya, namun nilainya tidak berkurang. Redenominasi umum dilakukan negara dengan perekonomian yang sehat.

Sanering merupakan pemotongan nominal mata uang yang disertai pula dengan penurunan nilainya. Sanering umum terjadi pada negara yang perekonomiannya tidak sehat dengan ancaman hiperinflasi. Sanering pernah terjadi di Indonesia pada tahun 1965. Ketika itu, nilai rupiah terpangkas habis seiring inflasi yang mencapai 650%.


Uang Rp 1 - Tahun 1953


Tinjauan Redenominasi di Negara Lain

Sejumlah negara sudah sukses menerapkan redenominasi ini meski memerlukan waktu bertahun-tahun. Sejumlah negara yang sudah berhasil menerapkan redenominasi antara lain Israel, Turki, Jerman, Korsel, China, Brazil. Konsep yang mirip dengan redenominasi juga adalah penerapan euro.

Kesuksesan redenominasi ini bakal terletak pada proses sosialisasi dan transisi. Indonesia mungkin bisa mencontoh proses transisi ketika Uni Eropa menerapkan kebijakan mata uang tunggalnya.

Darmin Nasution menjelaskan, sosialisasi akan dilakukan hingga 2012, dan tahun 2013 akan dilanjutkan dengan masa transisi. Pada masa transisi digunakan dua rupiah, yakni memakai istilah rupiah lama dan rupiah hasil redenominasi yang disebut rupiah baru.

Menurutnya, dalam masa transisi itu toko-toko yang menjual sebuah barang akan tercatat 2 label harga. Yakni dengan rupiah lama dan dengan rupiah baru. Jika nol-nya disederhanakan 3 digit, lanjut Darmin, kalau harga barangnya Rp 10.000 maka akan dibuat dua label yakni Rp 10.000 untuk rupiah lama dan Rp 10 untuk rupiah baru.

Selanjutnya rupiah lama akan hilang dan digunakan rupiah baru dengan nominal yang lebih kecil dan diharapkan bisa tuntas pada tahun 2022.

Jika ini berjalan mulus, maka akan menjadi sejarah baru bagi mata uang Indonesia. Seperti diketahui, rupiah ditetapkan sebagai mata uang Indonesia pada 2 November 1949 atau 4 tahun setelah Indonesia merdeka.

Sejarah Singkat Mata Uang Rupiah

Rupiah berasal dari kata 'Rupee' yang merupakan mata uang India. Indonesia sempat menggunakan mata uang Belanda, Gulden pada periode 1610 hingga 1817. Setelah itu, Indonesia sempat menggunakan mata uang Gulden Hindia Belanda.

Nama rupiah diperkenalkan pertama kali ketika Indonesia diduduki Jepang dengan nama Rupiah Hindia Belanda. Setelah berakhirnya perang, Bank Jawa atau kini bernama Bank Indonesia memperkenalkan rupiah Jawa sebagai pengganti. Dan 4 tahun Indonesia merdeka, rupiah akhirnya ditetapkan sebagai mata uang resmi.

Perjalanan pergerakan rupiah memang tidak mulus. Rupiah sempat mengalami sanering pada tahun 1965 akibat hiperinflasi. Rupiah juga sempat mengalami kemerosotan besar atas dolar AS semasa krisis ekonomi Asia pada tahun 1998.

Secara perlahan rupiah semakin membaik meski sempat terguncang lagi semasa krisis finansial global menerpa pada 2008 lalu. Pada medio 2010 ini, rupiah sudah stabil pada kisaran 9.000 per dolar AS.

Pecahan rupiah berada dalam berbagai nominal dengan nilai terbesar adalah Rp 100.000. Dengan pecahan Rp 100.000 itu, maka Indonesia menjadi negara dengan pecahan mata uang terbesar kedua setelah Vietnam yang memiliki pecahan 500.000 dong.

Komentar Tentang Redenominasi

Wakil Presiden Boediono menghimbau semua pihak untuk menjaga ketenangan dan kestabilan situasi ekonomi dan moneter. Menurut Wapres, redenominasi bukan berarti menandakan perekonomian memburuk. Redenominasi justru dilakukan pada saat perekonomian dalam kondisi yang baik. (Kompas)

Menteri Keuangan Agus Martowardojo mengatakan bahwa meskipun belum dikonsultasikan oleh pemerintah, namun kajian redenominasi rupiah yang akan dilakukan Bank Indonesia (BI) diyakini tidak berdampak buruk bagi perekonomian Indonesia. (Detik)

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Gita Wiryawan mendukung ide redenominasi yang sedang digulirkan Bank Indonesia. Ide simplifikasi nominal rupiah ini diyakini akan mempermudah hidupnya. "Saya oke-oke saja dengan ide redenominasi," kata Gita. (Tempo)

Ekonom Standard Chartered Bank, Fauzi Ichsan mengatakan bahwa kebijakan redenominasi mata uang rupiah yang direncanakan oleh Bank Indonesia (BI) memang harus dilakukan karena kondisi perekonomian Indonesia yang semakin membaik. Kebijakan ini bisa membuat perekonomian makin praktis. (Detik)

Analis PT Samuel Sekuritas Muhammad Alfatih
dan VP Research & Analys PT Valbury Asia Securities Nico Omer Jonckheere mengatakan bahwa redenominasi atau pengurangan nominal rupiah hanya memberikan efek psikologis ke pasar saham. Jika rencana itu tersosialisasi dengan baik, maka semestinya pasar saham tidak terpengaruh dan bisa bergerak dengan normal lagi. (Detik)

Referensi

Warta Ekonomi : BI Siapkan Redenominasi Nilai Rupiah

Kompas : Redenominasi Cuma Wacana

Detik : Apa Sebenarnya Redenominasi Rupiah?



sumber:
http://financeindonesia.org/content.php?282-Sekilas-Tentang-Redenominasi-Mata-Uang-Rupiah

Baca Selengkapnya >>

Sabtu, 14 Agustus 2010

Astronom: Tak Mudah Pindahkan GMT ke Mekkah

Tidak mudah memindahkan acuan waktu dari Greenwich Mean Time (GMT) ke Mekah. Butuh kesepakatan internasional untuk itu, karena bisa menggeser garis bujur nol derajat, waktu serta mengubah hari dan penanggalan.

“Proyek jam raksasa Makkah Giant Clock lebih cenderung pada proyek yang bersifat seperti proyek mercusuar. Jadi unsur wah-nya yang ditonjolkan menjadi jam terbesar di dunia, termasuk gedung tertinggi kedua di dunia,” ujar profesor riset astronomi dan astrofisika dari Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), Thomas Djamaluddin.

Hal itu dikatakan Thomas saat berbincang denngan detikcom, Jumat (13/8).

Tapi, imbuh Thomas, dalam proyek itu tidak ada penawaran konsep soal Arab yang hendak menjadi pusat waktu dunia. Makkah yang berbeda 3 jam dari GMT (GMT+3) tetap dipakai.

“Pada jam giant clock itu sekadar menggunakan jam itu tapi tidak ada konsep apa pun. Itu keinginan sebagian ulama yang ingin menjadikan Mekah sebagai rujukan waktu global. Konsep tidak ada bedanya dengan jam konvensional yang ada,” kata dia.

Untuk menggeser GMT ke Mekah, Thomas menjelaskan, bukan perkara yang mudah. Karena menggeser garis bujur nol derajat di Greenwich butuh konvensi atau kesepakatan internasional.

“Terkait dengan waktu biasanya International Astronomi Union membuat konvensi karena mereka yang jaga waktu berdasarkan pengamatan astronomi,” jelasnya.

Maka, Thomas menilai sementara ini keinginan Arab Saudi yang ingin menggeser GMT cenderung hanya utopia (mimpi) karena belum ada konsep waktu yang diusulkan.

“Itu proyek mercusuar, membangun jam raksasa yang dapat dilihat dari jarak sekian kilometer, dan pada saat azan di Masjidil Haram ada sinyal lampu yang dinyalakan hingga seluruh wilayah di sekitarnya melihat jam itu,” tuturnya.

Jam raksasa di kompleks Masjidil Haram itu berdiameter 45 meter atau setara lapangan sepakbola. Jam ini mulai berdetak Kamis 12 Agustus.


sumber:
http://hotlinenow.blogspot.com/2010/08/menara-jam-mekkah.html


Baca Selengkapnya >>

Jumat, 13 Agustus 2010

Menara Jam Mekkah Jam Terbesar di Dunia


Menara jam Mekkah yang merupakan jam terbesar di dunia, kabarnya akan menantang ketepatan waktu dari standar jam internasional GMT. Dengan adanya menara jam Mekkah ini, Arab Saudi berharap menjadi acuan jam untuk 1,5 miliar umat muslim di seluruh dunia.
Jam Menara Mekkah ini mulai berdetak pada Kamis ini, 12 Agusutus 2010, bersamaan dengan mulainya bulan Ramadan.

Menara Jam Mekkah ini sangat mirip dengan BigBen. Jam ini bisa dilihat dari empat arah. Jam ini lebarnya 45 meter ini akan diterangi dua juta lampu LED. Pada jam itu ada tulisan Arab besar “Dengan nama Allah.” Jam ini akan beroperasi dengan standar sendiri yakni Saudi Standar Waktu atau tiga jam lebih dulu ketimbang GMT.

Jamnya sendiri ada di sebuah menara dengan puncaknya terdapat lengkungan bulan sabit sebagai lambang Islam. Menara ini akan dibangun setinggi 600 meter dan akan menjadi bangunan tertinggi kedua di dunia.

Dari soal tinggi, Menara Jam Mekkah ini akan mengalahkan Big Ben. Big Ben tingginya cuma 94,8 meter dengan lebar 6,9 meter.

Keunikan Menara Jam Mekah lainnya adalah setiap datang waktu salat, 21 ribu lampu hijau dan putih akan berpendar-pendar. Ini tanda untuk mengingatkan kaum muslimin untuk salat. Lampu ini bisa dilihat dari jarak 18 mil atau 28,8 kilometer.

Pendirian Menara Jam Mekkah ini juga bertujuan agar Mekkah menjadi patokan waktu dunia. Selama 125 tahun ini, dunia internasional hanya mengenal satu standar waktu yakni jam yang dihitung dari bujur 0 derajat yang melewati Observatorium Greenwich. Standar inilah yang ingin ditantang Mekkah.

Menurut ulama Mesir Yusuf Qardawi, Mekkah lebih tepat ditetapkan menjadi poros bumi. Dalam talkshow Syariah dan Kehidupan, Yusuf menegaskan bahwa Mekka adalah meridian utama dan menjadi “titik keselarasan magnetis sempurna”.

Dia mengklaim kota suci Mekkah adalah “nol zona magnet”. Data ini dikuatkan oleh beberapa temuan ilmuwan Arab seperti Abdul Basyit dari Pusat Penelitian Nasional Mesir yang mengatakan bahwa tidak ada gaya magnet di Mekkah.

“Itu sebabnya jika seseorang tinggal di sana atau melakukan perjalanan di sana, orang akan lebih sehat karena tak dipengaruhi magnet bumi,” katanya seperti dikutip Telegraph.

Ilmuwan Barat menetang pernyataan tersebt. Mereka mencatat bahwa magnet Kutub Utara adalah fakta. Gaya itu melintasi garis bujur Kanada, Amerika Serikat, Meksiko dan Antartika.


sumber:
http://www.seofaster.info/menara-jam-mekkah-jam-terbesar-di-dunia/
Baca Selengkapnya >>

Rabu, 11 Agustus 2010

Manfaat Sholat Tarawih di Tiap Malam Bulan Ramadhan

Shalat Tarawih merupakan shalat sunnah yang dilaksanakan pada bulan Ramadan. Setiap kali masanya tiba, berduyun-duyun masjid menjadi penuh selepas waktu Isya. Namun apa sebetulnya manfaat dan janji Allah yang dimaktubkan dalam Shalat Tarawih?

Sebuah hadits diriwayatkan dari Ali bin Abi Thalib R.A, bahwa suatu hari Rasullullah SAW ditanya oleh sahabatnya, tentang keistimewaan shalat tarawih pada bulan Ramadan. Maka Rasullullah SAW bersabda; Siapa yang melaksanakan shalat tarawih pada :

Malam ke-1:
Terlepaslah ia dari dosa-dosanya seperti ketika ia baru dilahirkan oleh ibunya.

Malam ke-2:
Allah SWT memberi pengampunan kepadanya dan kepada kedua orang tuanya jika keduanya mukmin (orang yang beriman)

Malam ke-3:
Malaikat berseru dari bawah Arsy ; mulailah beramal semoga Allah SWT mengampuni dosa-dosamu yang telah lalu.

Malam ke-4:
Mendapatkan pahala sama dengan pahala membaca Taurat, Injil, Zabur, dan Al-Furqon (al Quran)

Malam ke-5:
Allah memberi pahala kepadanya seperti pahala orang yang shalat di Masjid Alharam (masjidil haram) di Makkah,masjid Nabawi di Madinah dan masjid Al Aqsha di Palestina.

Malam ke-6:
Allah akan memberi pahala seperti pahala orang yang tawaf di-baitul mamur, dan batu-batu serta tanah liat memohonkan ampun untuknya. (subhanallah sungguh luar biasa, batu dan tanah yang kita injak selama ini,ternyata bisa memintakan ampunan kepada Allah untuk kita).

Malam ke-7:
Seakan-akan dia berjumpa nabi Musa a.s kemudian menolongnya dari Kerajaan Firaun dan Hamman.

Malam ke-8:
Allah memberikan kepadanya, apa yang pernah Allah berikan kepada Nabi Ibrahim a.s

Malam ke-9:
Dia menjadi seperti seorang hamba Allah yang beribadah kepadanya seperti ibadahnya seorang nabi.

Malam ke-10:
Allah memberikan anugerah kepadanya,berupa kebaikan dunia dan kebaikan akhirat.

Malam ke-11:
Maka ia akan meninggal dunia dalam keadaan seperti bayi yang baru lahir (meninggal dengan tanpa membawa dosa /husnul khotimah)

Malam ke-12:
Pada Hari Kiamat, Anda akan bangkit dengan muka cemerlang seperti bulan.

Malam ke-13:
Pada Hari kiamat, Anda akan bebas dari ketakutan yang membuat manusia sedih.

Malam ke-14:
Para malaikat memberi kesaksian shalat tarawih anda, dan Allah tidak menghisab anda lagi.

Malam ke-15:
Anda akan menerima shalawat dari para malaikat, termasuk malaikat penjaga Arsy dan Kursi.

Malam ke-16:
Anda akan mendapat tulisan “Selamat” dari Allah, anda bebas ke surga, dan lepas dari neraka.

Malam ke-17:
Allah akan memberi pahala kepada anda sesuai pahala para nabi.

Malam ke-18:
Malaikat akan memohon kepada Allah agar anda selalu mendapat restu.

Malam ke-19:
Allah akan mengangkat derajat anda ke Firdaus (surga yang tinggi)

Malam ke-20:
Diberikan pahala kepada anda sesuai pahala para syuhada dan shalihin.

Malam ke-21:
Allah akan membuatkan sebuah bangunan dari cahaya untuk anda disurga.

Malam ke-22:
Anda akan merasa aman dan bahagia pada hari kiamat, karena Anda terhindar dari rasa takut yang amat sangat.

Malam ke-23:
Allah akan membuat sebuah kota untuk Anda di dalam surga.

Malam ke-24:
Allah akan mengabulkan 24 permohonan Anda selagi Anda masih hidup di dunia.

Malam ke-25:
Anda akan bebas dari siksa kubur.

Malam ke-26:
Allah akan derajat amal kebaikan Anda sebagaimana derajat amal kebaikan Anda selama 40 tahun.

Malam ke-27:
Anda akan secepat kilat bila melewati Siratalmustakim nanti.

Malam ke-28:
Anda akan dinaikkan 1.000 kali oleh Allah di dalam surga kelak.

Malam ke-29:
Allah akan memberi pahala kepada Anda seperti Anda menjalani ibadah haji 1.000 kali yang diterima Allah.

Malam ke-30:
Allah menyuruh kepada Anda untuk memakan semua buah di surga, minum air kausar, mandi air salsabila (air surga), karena Allah Tuhan Anda, dan Anda hamba Allah yang setia.


sumber:
http://www.lintasberita.com/go/201381
Baca Selengkapnya >>

Manfaat Puasa Bagi Kesehatan, Besarkah..?


Jika berpuasa dilakukan secara benar, ternyata berbagai jenis penyakit dapat dikendalikan. Misalnya diabetes, darah tinggi, kolesterol tinggi, maag hingga kegemukan. Bagaimana cara berpuasa yang memberi manfaat kesehatan?

Puasa berarti mengistirahatkan saluran pencernaan (usus) beserta enzim dan hormon yang biasanya bekerja untuk mencerna makanan terus menerus selama kurang lebih 18 jam. Dengan berpuasa organ vital ini dapat istirahat selama 14 jam.

Puasa akan mengaktifkan sistem pengendalian kadar gula darah. Apabila kadar gula darah turun, maka cadangan gula dalam bentuk glikogen yang ada di hati mulai kita gunakan.

Namun penderita penyakit hati yang berat, seperti sirosis hati, dianjurkan untuk tidak berpuasa, karena berisiko terjadi penurunan gula darah (hipoglikemia), akibat cadangan glikogen hati sangat berkurang. Pada orang normal tidak akan menjadi masalah jika kadar gula sangat turun.

Puasa juga merupakan kesempatan menurunkan berat badan bagi yang gemuk, dengan cara tidak makan berlebihan pada waktu buka, sehabis buka dan sewaktu sahur. Kadar lemak darah, kolesterol dan trigliserida bisa berkurang karena tingkat konsumsi makanan gorengan dan bersantan berkurang.

Bagi yang hipertensi, tekanan darah dapat turun, jika selama berbuka hingga sahur tidak makan makanan yang asin-asin dan tidak lupa minum obat hipertensi pada waktu sahur.

Pada penderita diabetes (terutama yang gemuk) dengan berpuasa gula darah lebih terkontrol. Tidak semua penderita diabetes mellitus atau kencing manis aman untuk menjalankan puasa. Yang aman adalah penderita diabetes yang kadar gulanya kurang dari 200 mg/dl, dan mendapat pengobatan bentuk tablet yang diminum. Jika mendapat suntikan insulin , dosis harus kurang dari 40 unit/hari dengan 1 x suntikan per hari.

Para penderita sakit maag atau gastritis yang ringan boleh puasa, kadang-kadang keluhannya berkurang. Bila berat, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter dulu apakah boleh puasa.

Kiat Berpuasa
Pertama yang harus dilakukan adalah berniat untuk berpuasa. Adanya niat akan berpengaruh kepada diri kita secara psikologis, bahwa kita pasti kuat puasa, tahan terhadap segala godaan dan akan lebih meningkatkan ketakwaan kepada Tuhan.
Kita harus belajar mengendalikan nafsu, melatih kesabaran dan melatih disiplin. Hal ini akan berguna di dalam kehidupan kita sehari-hari.

Jangan terlalu capek. Sebaiknya kita mengurangi kegiatan-kegiatan yang kurang perlu. Karena otomatis waktu tidur kita berkurang, bila kita harus bekerja di siang hari tentu sering diserang kantuk yang hebat. Untuk itu, waktu tidur malam jangan terlalu banyak dikurangi. Usahakan untuk bisa tidur setelah makan sahur, walaupun hanya sebentar sangat membantu.

Usahakan tetap olahraga, agar aliran darah tetap lancar serta kebugaran tubuh terjaga. Lakukan olahraga ringan seperti jalan kaki, naik sepeda, dan lain-lain. Jangan sampai mengeluarkan banyak keringat. Waktu berolahraga yang baik adalah menjelang buka puasa.

Cara Makan yang Benar
Makanlah secara teratur untuk buka puasa dan sahur dengan menu seimbang. Maksudnya adalah makanan yang terdiri dari karbohidrat 50-60%, protein 10-20%, lemak 20-25%, cukup vitamin dan mineral dari sayur dan buah. Selain itu, cukup serat dari sayuran untuk memperlancar buang air besar.
Cukup cairan, dengan minum kurang lebih 7-8 gelas sehari. Terdiri dari 3 gelas waktu sahur dan 5 gelas dari buka sampai sebelum tidur.
Pembagian makan adalah 50% untuk berbuka, 10% setelah sholat tarawih, 40% pada waktu sahur.

Menu yang dipilih yaitu pada waktu buka, terdiri dari makanan pembuka berupa minuman manis atau makanan manis, seperti kolak pisang, kurma atau teh manis. Makanan manis mengandung karbohidrat sederhana yang akan mudah diserap dan segera menaikkan kadar gula darah. Setelah sholat magrib makan makanan pelengkap yang terdiri dari: nasi atau pengganti nasi, ayam/ikan/daging, tahu/ tempe, sayuran dan buah.
Setelah tarawih dapat makan camilan berupa roti atau buah. Makan sahur harus dipentingkan, karena sahur yang baik membuat puasa tidak terasa berat.

Hidangan sahur seperti waktu buka, namun porsinya lebih kecil. Dianjurkan makan dengan kadar protein tinggi, agar meninggalkan lambung lebih lama. Selain itu pencernaan dan penyerapan juga lebih lama dibanding makanan yang kadar karbohidratnya tinggi, sehingga tidak cepat terasa lapar.

Saat makan sahur dapat ditambahkan segelas susu, terutama untuk anak-anak dan remaja. Pada orang dewasa dapat minum susu tanpa lemak. Suplemen multivitamin dan mineral boleh dikonsumsi pada waktu sahur, agar meningkatkan stamina dan daya tahan tubuh.

Apabila tidak bisa makan sahur dalam bentuk nasi, nasi boleh diganti dengan roti dan isinya atau bubur havermouth, ditambah satu gelas susu. Bila tidak bisa makan nasi atau roti, bisa minum segelas susu yang berkalori seperti Ensure, Entrasol, Peptisol, Enercal Plus, Nutren Fiber dan lain-lainnya, disertai buah.@

(Dr. Titi Sekarindah,MS., Ahli Gizi RS. Pertamina Pusat, Jakarta)


sumber:
http://www.gizi.net/cgi-bin/berita/fullnews.cgi?newsid1036128399,33212,

Baca Selengkapnya >>